Rabu, 28 Januari 2026

PEMULIHAN SEKOLAH PASCABENCANA DI SUMATERA

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sumatera berdampak pada kegiatan pendidikan. Banyak sekolah mengalami kerusakan sehingga proses belajar mengajar sempat terganggu.

(sumber: liputan6.com)

Pemerintah pusat dan daerah melakukan berbagai upaya pemulihan yang masih berlangsung hingga saat ini, seperti perbaikan fasilitas sekolah dan penyediaan sarana pembelajaran darurat. Karena di beberapa daerah yang terdampak ruang kelas mengalami kerusakan, maka sebagian sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar atau mengalihkan pembelajaran tersebut ke lokasi darurat. Selain itu, dilakukan penyesuaian jadwal belajar agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan pendidikan. Pemerintah saat ini berfokus pada pembersihan, rehabilitasi bangunan sekolah, serta penyediaan sarana pembelajaran darurat.

Berbagai upaya yang telah dilakukan yaitu penyesuaian kalender akademik atau jadwal belajar, pemberian bantuan operasional khusus, serta pendampingan bagi guru dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak.

Tidak hanya kerusakan fisik, bencana juga berdampak pada kondisi psikologis siswa. Banyak siswa yang dilaporkan mengalami trauma akibat bencana. Hal ini mengakibatkan sekolah harus menyediakan dukungan psikologis dan kegiatan pemulihan mental, agar siswa dapat kembali belajar dengan nyaman.

Meski beberapa sekolah telah kembali beroperasi dan menjalankan aktivitas pembelajaran, namun masih ada tantangan yang dirasakan di daerah tingkat kerusakan berat dan akses yang terbatas. Pemulihan sekolah diharapkan dapat berjalan optimal dengan kerja sama berbagai pihak.


Penulis: Asti Novita

DIMSUM BY KAYAMEFOOD HADIRKAN SENSASI DIMSUM MENTAI GURIH DAN TERJANGKAU DI CIAUL

Kuliner dimsum mentai kini semakin digemari masyarakat, khususnya pecinta jajanan kekinian. Termasuk di kawasan Ciaul dengan hadirnya Dimsum by Kayamefood. Sebuah usaha kuliner yang menawarkan beragam sensasi dimsum mentai dengan cita rasa gurih dan lezat, namun tetap ramah di kantong.

(sumber: foto pribadi)

Varian dimsum mentai ini dipadukan dengan saus mentai yang creamy serta aroma sedikit smoky. Tekstur dimsum yang lembut dan harga yang terjangkau membuat sajian ini cocok dinikmati oleh berbagai kalangan, baik bersama keluarga maupun teman. Sangat cocok untuk kalian yang suka dengan kulineran satu ini. Karena selain mengutamakan rasa, Dimsum by Kayamefood ini juga menjaga kualitas bahan dan kebersihan dalam proses pembuatannya. 

Dimsum mentai yang dibuat dari daging ayam atau udang segar yang dicincang halus, dibumbui secara merata, kemudian dibungkus kulit dimsum dan dikukus hingga matang. Setelah itu, dimsum disiram saus mentai dari campuran mayones, saus sambal, dan saus tomat, lalu dipanggang sebentar untuk menghasilkan rasa yang lebih nikmat dan dapat menggugah selera untuk berbagai kalangan yang menyukai dimsum mentai ini.

Dimsum sendiri merupakan kuliner khas Tiongkok yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai makanan pendamping teh, dengan makna “menyentuh hati” dalam setiap sajiannya. Seiring perkembangan zaman, dimsum ini terus berinovasi, salah satunya melalui dimsum mentai yang populer di Indonesia. Melalui Dimsum by Kayamefood di Ciaul, sajian tradisional ini hadir dengan sentuhan modern tanpa adanya menghilangkan kelezatan asli dari dimsum tersebut, sehingga semakin diminati oleh masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik kuliner bagi para pengunjung dan wisatawan.


Penulis: Salsa Ayu Dian Fitriani

BAKSO MALANG: DARI GEROBAK SEDERHANA JADI IKON NASIONAL

Kuliner Bakso Malang terus berkembang, dari yang awalnya dijajakan di gerobak keliling hingga kini jadi fenomena kuliner nasional yang dikenal luas di seluruh Indonesia. 

(sumber: foto pribadi)

Bakso malang juga sudah tersebar luas di Sukabumi salah satunya Bakso Malang 57 yang berada di dekat Alun-alun Cicurug Kabupaten Sukabumi. 

Selain itu, bakso Malang sudah memiliki beberapa cabang yaitu Bakso Malang Ambassador yang berlokasi di Jl. R. E. Martadinata, Bakso Malang Merdeka Sukabumi yang berlokasi dekat alun-alun Kota Sukabumi. 

Bakso Malang 57 menggunakan bahan kombinasi seperti: Bakso, pangsit, siomay yang dicampuri kuah bakso membuat Bakso Malang 57 banyak dinikmati oleh masyarakat Cicurug. Rasanya yang gurih dan nikmat membuat Bakso Malang 57 menjadi makanan  terfavorit bagi semua masyarakat Cicurug.


Penulis: Muhammad Taufiqul Rohman

SALAH KAPRAH? KENAPA KITA SERING SALAH SOAL ARTI KATA🤔

Penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari tidak selalu berjalan sesuai dengan kaidah yang benar. Kebanyakan orang-orang menggunakan kata dengan makna yang keliru dan sudah terlanjur dianggap benar oleh masyarakat. Fenomena ini sangat dikenal sebagai salah kaprah dalam penggunaan bahasa dan terjadi hampir di semua lapisan masyarakat.


(sumber: teknik.unpas.ac.id)

Salah kaprah ini biasanya bermula dari kebiasaan. Ketika sebuah kata yang digunakan secara keliru namun terus diulang dalam percakapan sehari-hari, makna yang salah tersebut perlahan dianggap sebagai makna yang benar. Contohnya adalah kata “absen” yang sering dipakai untuk menyebut kehadiran, padahal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), absen berarti tidak hadir. Pengaruh media massa dan media sosial juga berperan besar dalam memperluas kesalahan penggunaan kata. Judul berita, unggahan viral, hingga konten hiburan sering kali menggunakan kata secara tidak tepat demi menarik perhatian pembaca ini sangat tidak baik digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kesalahan tersebut dikonsumsi oleh jutaan orang, maka kekeliruan makna pun menyebar dengan sangat cepat dan sulit dikoreksi.

Selain itu, perkembangan bahasa gaul dan bahasa digital turut mempercepat pergeseran makna kata. Dalam konteks tertentu, perubahan makna memang wajar terjadi tetapi sebagai bagian dari dinamika bahasa. Namun, masalah ini muncul ketika penggunaan nonbaku tersebut dibawa ke dalam situasi formal seperti penulisan akademik, pemberitaan, atau dokumen resmi. Rendahnya minat membaca dan kurangnya kebiasaan merujuk pada sumber tepercaya, seperti kamus atau buku tata bahasa, juga menjadi faktor penyebab salah kaprah. Banyak orang merasa cukup memahami arti kata berdasarkan konteks, tetapi tanpa benar-benar mengetahui makna yang sebenarnya. Akibatnya, kesalahan terus berulang dari generasi ke generasi.

Untuk mengurangi kesalahan tersebut, masyarakat harus tahu untuk lebih kritis dalam menggunakan bahasa. Membiasakan diri membuka KBBI, meningkatkan literasi membaca, serta membedakan penggunaan bahasa formal dan nonformal merupakan langkah sederhana namun penting. Dengan demikian, bahasa Indonesia dapat digunakan secara tepat.


Penulis: Salsa Ayu Dian Fitriani

KEMENDIKDASMEN: GURU AKUI RASAKAN DAMPAK RAGAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengemukakan bahwa guru sebagai garda terdepan dalam membangun sumber daya manusia mengaku merasakan langsung manfaat berbagai program kebijakan kementerian tersebut.

Dalam rilis yang disiarkan oleh Kemendikdasmen di Jakarta, Sabtu, disebutkan bahwa dari sejumlah tunjangan yang diberikan, para guru merasa terbantu, karena dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan guru ini menambah semangat mereka mengajar. "Kami bersyukur dan berterima kasih menjadi salah satu penerima tunjangan dari Kemendikdasmen," ujar  guru Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Bendungan Hilir, Jakarta Ismi Ifarianti.

Sebagai seorang pendidik jenjang TK, Ismi sangat bersyukur dan berterima kasih menjadi salah satu penerima tunjangan. Ia merasa jerih payahnya sebagai guru sudah sangat dihargai oleh pemerintah.

“Tunjangan ini membantu meringankan kebutuhan saya sehari-hari, memberikan ketenangan, menjadi lebih fokus mengajar, serta lebih semangat mendampingi anak-anak kami untuk belajar dan tumbuh berkembang. Perkembangan baik juga sangat saya rasakan dalam proses penyaluran tunjangan ini,” ujar Ismi.

Hal serupa juga dirasakan oleh guru SD Negeri Cimone 3, Kota Tangerang, Provinsi Banten Tiar Krisnawan.

Menurutnya, tunjangan ini berperan penting sebagai upaya peningkatan kesejahteraan guru, khususnya dari sisi ekonomi dan keseimbangan hidup. “Dengan tunjangan ini kami merasa lebih dihargai, termotivasi untuk berkembang, dan memenuhi kebutuhan hidup secara jauh lebih baik,” ujar Tiar.

Untuk guru ASN, Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1,4 juta guru. Tunjangan Khusus telah tersalurkan kepada lebih dari 57 ribu guru. Dana Tambahan Penghasilan juga tersalurkan kepada lebih dari 191 ribu guru.

Sementara untuk guru Non-ASN, Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi kepada lebih dari 400 ribu guru, tunjangan khusus kepada lebih dari 43 ribu guru, insentif kepada lebih dari 365 ribu guru, serta bantuan subsidi upah (BSU) kepada lebih dari 253 ribu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi. Terkait dengan insentif guru non-ASN tahun 2026, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani menjelaskan pihaknya telah menaikkan nominal bantuan tersebut dari sebelumnya Rp300 ribu per orang menjadi Rp400 ribu per orang per bulan, dengan target penerima sebanyak 798.905 guru.

Kenaikan ini, diharapkan dapat mendorong profesionalisme guru, peningkatan mutu pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas.

Untuk meningkatkan kompetensi akademik serta penguatan kapasitas guru, Kemendikdasmen juga akan melanjutkan program Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru. "Kesejahteraan guru merupakan fondasi dasar dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Oleh karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” katanya.


Penulis: Silva Astria Darta

RAGAM RASA PRODUK KULINER TSANTARIKSA

Pelaksanaan tugas mata kuliah Kewirausahaan, mahasiswa angkatan 24 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) atau yang disebut Tsantariksa, menghadirkan berbagai produk kuliner dengan cita rasa dan tekstur yang beragam. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktik untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

(sumber: foto pribadi)

Melalui tugas ini, mahasiswa diharuskan untuk merancang ide, menentukan produk, hingga melakukan penjualan. Setiap kelompok meghadirkan berbagai macam produk dan yang lebih banyak dihadirkan adalah produk kuliner dengan konsep dan ciri khas yang berbeda. Beberapa produk kulinernya yaitu moci dari Kedai Gurindam, cheesecuit dari Yumwee, dan dimsum dari Didimsum.in.

Produk moci dari Kedai Gurindam memiliki tekstur kenyal dan lembut, dengan isian manis yang bervariasi, yaitu mangga, durian, coklat, oreo, dan matcha. Varian mangga dan durian menghadirkan rasa buah yang segar dan khas, coklat dan Oreo memberikan rasa manis yang pekat, sedangkan matcha menawarkan sensasi pahit-manis yang seimbang.

Selain itu, cheesecuit dari Yumwee memiliki perpaduan tekstur lembut dan creamy dengan lapisan biskuit yang renyah. Cheesecuit ini memiliki beberapa varian, yaitu varian keju, oreo, dan keju-oreo. Varian keju menghadirkan rasa gurih dan asin, varian Oreo memberikan rasa manis dengan aroma coklat, sementara varian keju-oreo menggabungkan rasa gurih dan manis dalam satu sajian.

Produk lainnya, yaitu dimsum dari Didimsum.in, memiliki tekstur lembut dan juicy dengan cita rasa gurih yang dilengkapi dengan saus sambal. Produk ini cocok untuk dijadikan camilan maupun makanan ringan. Keberagaman rasa dan tekstur ini menjadi daya tarik utama produk kuliner mahasiswa Tsantariksa dalam kegiatan kewirausahaan. Harga yang ramah di kantong juga membuat produk-produk dari Tsantariksa ini banyak diminati konsumen.

Kegiatan kewirausahaan ini membuat mahasiswa Tsantariksa tidak hanya belajar mengenai produksi dan pemasaran produk, tetapi juga mengasah kemampuan kerja tim, komunikasi, dan pengelolaan usaha sederhana.


Penulis: Asti Novita

BAHASA "FLEXING" MARAK DI KALANGAN ANAK MUDA

Penggunaan bahasa “flexing” semakin marak di kalangan generasi muda, terutama di media sosial. Istilah flexing merujuk pada kebiasaan memamerkan pencapaian, barang mewah, atau gaya hidup tertentu melalui kata-kata maupun unggahan digital.

(sumber: prindonesia.co)

Fenomena ini terlihat dari banyaknya konten yang menggunakan ungkapan seperti “kerja dikit hasil banyak”, “cuma iseng beli”, atau “bonus kecil buat jajan”, yang secara tidak langsung menunjukkan status sosial atau keberhasilan seseorang. Bahasa flexing kerap digunakan di platform seperti Instagram, TikTok, dan X untuk menarik perhatian dan meningkatkan citra diri.

Menurut pengamat bahasa dan budaya digital, bahasa flexing merupakan bentuk ekspresi identitas di era media sosial. Bahasa tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membangun persona dan pengakuan sosial. Namun, penggunaan bahasa ini juga berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial dan rasa tidak nyaman bagi sebagian pengguna lain.

Pakar pendidikan menilai bahwa remaja perlu diberi pemahaman agar bijak menggunakan bahasa di ruang publik digital. Bahasa flexing yang berlebihan dikhawatirkan dapat mendorong budaya pamer dan menggeser nilai kesederhanaan.

Meski demikian, sebagian anak muda menganggap bahasa flexing sebagai bentuk hiburan dan gaya komunikasi yang wajar selama tidak merendahkan orang lain. Oleh karena itu, penggunaan bahasa flexing diharapkan tetap memperhatikan etika berbahasa dan dampak sosialnya.


Penulis: Sry Lesti Lestari

PRESIDEN PRABOWO TEGASKAN PRIORITAS PEMERATAAN DIGITALISASI PENDIDIKAN HINGGA DAERAH 3T

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerataan digitalisasi pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran di salah satu sekolah negeri di Bekasi, Jawa Barat.

(sumber: javasatu.com)

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan tidak boleh hanya dinikmati oleh sekolah-sekolah di perkotaan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga mendapatkan akses yang sama terhadap fasilitas pembelajaran digital.

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena ia lahir dan bersekolah di daerah terpencil. Negara harus hadir dan memastikan pemerataan kualitas pendidikan,” ujar Presiden Prabowo.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, pemerintah mulai mendistribusikan perangkat pembelajaran digital interaktif, seperti layar panel pintar dan sarana pendukung teknologi lainnya, ke berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Perangkat ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara lebih menarik dan interaktif, sekaligus meningkatkan minat belajar peserta didik.

Presiden juga menekankan bahwa digitalisasi pendidikan bukan hanya soal penyediaan perangkat, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kompetensi guru. Oleh karena itu, program ini akan disertai dengan pelatihan bagi tenaga pendidik agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses belajar mengajar.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan pendidikan yang merata dan berkualitas, Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Program digitalisasi pendidikan ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam melakukan transformasi sistem pendidikan nasional, dengan tujuan menciptakan keadilan akses, meningkatkan mutu pembelajaran, dan memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia.


Penulis: Umdatul Khoirot

TRANSFORMASI PENDIDIKAN NASIONAL TERUS BERJALAN, FOKUS PADA KUALITAS DAN PEMERATAAN

Sektor pendidikan di Indonesia Terus mengalami transformasi seiring berkembang nya zaman dan tuntutan global. Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan pendidikan berupaya meningkatkan kualitas belajar sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun di daerah pelosok desa terpencil.


(sumber: lifestyle.bisnis.com)

Salah satu pokus utama pendidikan saat ini adalah peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Sekolah tidak hanya didorong untuk menekankan pada capaian akademik tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kurikulum yang lebih fleksibel memberikan ruang bagi guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik dan potensi siswa.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital semakin menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar karena zaman yang semakin maju, seperti penggunaan platfrom pembelajaran daring, materi melalui digital, dan perangkat teknologi dikelas membantu siswa untuk mengakses sumber belajar yang luas. Hal ini sangat membantu bagi para siswa dan guru terutama dalam memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan literasi sejak dini.

Namun demikian, tantangan dalam dunia pendidikan semakin besar. Kesenjangan fasilitas antara sekolah di daerah maju dan daerah tertinggal masih menjadi perhatian serius tidak semua sekolah memiliki akses internet yang memadai, tenaga pendidik yang cukup, maupun sarana pendukung pembelajaran yang layak itu sangat sulit didaerah yang terpencil. Pemerintah daerah dan pusat terus berupaya mengatasi inj melalui pembangunan infrastruktur pendidikan dan program bantuan sekolah.

Peran guru Juga menjadi Sorotan utama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Guru dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi profesional nya agar mampu mengikuti perubahan zaman, berbagai pelatihan dan program pembangunan guru yang diselenggarakan untuk kemampuan pedagogik penguasan teknologi serta pendekatan pembelajaran yang inovatif dan inklusif.


Penulis: Desi Nurazizah

JAJANAN CREPES MENJADI KULINER FAVORIT DI DEPAN SD DEWI SARTIKA

Kuliner jajanan crepes semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu makanan ringan favorit masyarakat Kota Sukabumi. Di kawasan depan SD Dewi Sartika, jajanan ini tampak ramai diserbu pembeli, terutama pada jam pulang sekolah dan sore hari. Keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang melintas di kawasan tersebut.

(sumber: foto pribadi)

Crepes yang dijajakan memiliki ciri khas tekstur tipis dan renyah, dengan berbagai pilihan topping yang menggugah selera. Mulai dari cokelat meses, keju parut, kacang, pisang, hingga kombinasi rasa manis lainnya. Variasi menu yang beragam membuat pembeli memiliki banyak pilihan sesuai selera, sementara harga yang terjangkau menjadikan jajanan ini mudah dinikmati oleh semua kalangan.

Lokasi penjualan yang strategis di depan SD Dewi Sartika turut menunjang tingginya minat pembeli. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik jajanan yang ada di Kota Sukabumi, sehingga pedagang crepes tidak pernah sepi pengunjung. Selain sebagai camilan, jajanan ini juga kerap menjadi teman bersantai sambil berbincang bersama teman sebaya.

Dari sisi ekonomi, keberadaan pedagang crepes di depan SD Dewi Sartika memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Usaha ini menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka peluang kerja mandiri. Dengan modal yang relatif terjangkau, jajanan crepes mampu menjadi alternatif usaha kuliner yang menjanjikan.

Kehadiran jajanan crepes tersebut tidak hanya memperkaya ragam kuliner jalanan di Kota Sukabumi, tetapi juga memperkuat budaya jajan lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di tengah perkembangan kuliner modern, crepes tetap bertahan sebagai camilan sederhana yang digemari lintas generasi.


Penulis: Nurul Aini Syarifah

BAHASA ISYARAT: MEDIA KOMUNIKASI TANPA BUNYI YANG MENYATUKAN DUNIA

Bahasa isyarat berperan besar sebagai sarana komunikasi bagi penyandang disabilitas pendengaran serta masyarakat umum. Meskipun tidak menggunakan suara, pesan dapat tersampaikan dengan efektif melalui gerakan tangan, mimik wajah, dan sikap tubuh.


(sumber: Kumparan.com)

Kesadaran akan pentingnya lingkungan yang inklusif membuat bahasa isyarat mulai diajarkan di berbagai tempat, mulai dari sekolah, fasilitas umum, sampai platform digital. Bahkan, sejumlah sekolah menjadikan pembelajaran dasar bahasa isyarat sebagai kegiatan tambahan untuk melatih kepedulian sosial dan kemampuan berkomunikasi peserta didik. Seorang aktivis sosial menyampaikan bahwa bahasa isyarat tidak sekadar alat berkomunikasi, tetapi juga wujud penghormatan terhadap perbedaan. Dengan mempelajarinya, seseorang dapat memahami cara pandang dan pengalaman hidup orang lain.

Penerapan bahasa isyarat juga semakin terlihat pada berbagai kegiatan publik, seperti acara resmi dan tayangan televisi, dengan menghadirkan penerjemah bahasa isyarat agar informasi dapat diterima secara merata. Upaya ini dinilai mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan akses informasi. Melalui pengenalan bahasa isyarat secara berkelanjutan kepada generasi muda, diharapkan terbentuk masyarakat yang lebih inklusif, toleran, dan saling menghormati. Komunikasi tanpa suara bukan lagi hambatan, melainkan kekuatan pemersatu.


Penulis: Gia Fitria Anggraini

BAHASA DAN SASTRA SEBAGAI CERMIN IDENTITAS BUDAYA BANGSA

Bahasa dan sastra merupakan dua elemen kebudayaan yang memiliki peran penting dalam membentuk identitas suatu bangsa. Bahasa berfungsi sebagai sarana komunikasi, sedangkan sastra hadir sebagai bentuk ekspresi estetis yang menampung pengalaman manusia dalam bentuk yang indah dan berstruktur. Keduanya bukan hanya alat penyampai pesan, tetapi juga wadah nilai, gagasan, serta memori kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bahasa pada dasarnya tidak pernah berdiri dalam ruang kosong. Ia tumbuh dan berkembang seiring perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi dalam masyarakat. Perkembangan kosakata, pergeseran makna, hingga munculnya ragam bahasa baru merupakan cerminan dari dinamika kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ketika menelaah bahasa, kita sesungguhnya sedang menelaah budaya dan struktur sosial yang melatarbelakanginya. Bahasa Indonesia, misalnya, tidak hanya menjadi alat persatuan nasional, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan modernitas dalam perjalanan sejarah bangsa.

Sastra hadir sebagai perpanjangan dari bahasa, namun berada pada tingkat estetik dan imajinatif yang lebih tinggi. Melalui karya sastra, penulis menyampaikan pandangannya tentang kehidupan, baik itu berupa kritik sosial, refleksi moral, maupun renungan filosofis. Cerpen, novel, puisi, drama, dan esai merupakan medium bagi penulis untuk mengolah realitas menjadi bentuk simbolik yang dapat ditafsirkan pembaca secara luas. Dari karya-karya sastra inilah masyarakat dapat mempelajari bagaimana suatu zaman berpikir, merasakan, dan menilai suatu fenomena.

Keterkaitan antara bahasa dan sastra terlihat jelas dalam proses kreatif. Penulis tidak hanya memanfaatkan struktur bahasa, tetapi juga memperkaya bahasa melalui pilihan diksi, gaya bahasa, dan struktur narasi. Proses ini membuat bahasa menjadi lebih hidup dan berlapis makna. Di sisi lain, sastra turut menjaga keberlanjutan bahasa agar tidak sekadar menjadi sarana pragmatis, tetapi juga sarana estetis yang menyentuh emosi dan imajinasi manusia.

Peran bahasa dan sastra semakin penting di era globalisasi. Arus informasi yang cepat serta dominasi bahasa asing dapat mempengaruhi cara suatu bangsa mengonstruksi identitasnya. Tantangan yang muncul adalah bagaimana mempertahankan fungsi bahasa nasional sekaligus mengakomodasi kebutuhan berkomunikasi dengan dunia luar. Pada saat yang sama, karya sastra berpotensi menjadi medium diplomasi budaya yang menyebarkan nilai dan perspektif suatu bangsa ke masyarakat global. Melalui terjemahan, festival sastra, dan pertukaran budaya, karya sastra dapat menjadi jendela bagi bangsa lain untuk memahami pengalaman budaya Indonesia.

Selain itu, sastra memiliki fungsi edukatif dalam menumbuhkan kesadaran literasi dan nilai kemanusiaan. Membaca karya sastra melatih empati, meningkatkan kemampuan kritis, serta memperluas wawasan. Sementara itu, pembelajaran bahasa memberikan fondasi dalam memahami struktur dan pola pikir yang terkandung dalam tuturan. Kombinasi keduanya menjadikan bahasa dan sastra sebagai sarana pembentukan karakter serta kecerdasan sosial masyarakat.

Pada akhirnya, bahasa dan sastra adalah cermin yang memantulkan identitas suatu bangsa. Melalui bahasa, suatu masyarakat menandai keberadaannya, sedangkan melalui sastra masyarakat menyuarakan pengalaman batinnya. Keduanya saling berkelindan dan tidak dapat dipisahkan dalam dinamika kebudayaan. Dengan memahami bahasa dan sastra, kita tidak hanya mempelajari teks, tetapi juga mempelajari manusia beserta dunia yang dibangunnya.


Penulis: Sartika Juniar Lestari

MATCHA LATTE DEWI SARTIKA SUKABUMI

Matcha latte merupakan salah satu minuman modern yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di kawasan Dewi Sartika, Sukabumi. Minuman ini dikenal memiliki cita rasa yang lembut, sedikit pahit, dan menyegarkan karena perpaduan antara bubuk matcha dan susu. Matcha sendiri berasal dari Jepang dan merupakan bagian penting dari tradisi minum teh yang telah berkembang sejak ratusan tahun lalu. Daerah yang paling terkenal sebagai penghasil matcha berkualitas tinggi adalah Uji, Prefektur Kyoto, yang sejak zaman dahulu dikenal sebagai pusat produksi teh hijau terbaik di Jepang. Matcha dibuat dari daun teh hijau pilihan yang ditanam dengan teknik khusus, dipetik pada waktu tertentu, kemudian dikeringkan dan dihaluskan hingga menjadi bubuk hijau yang sangat lembut. Proses pengolahan tersebut menjadikan matcha memiliki aroma khas serta kandungan nutrisi yang tinggi.

(sumber: foto pribadi)

Dalam pembuatan matcha latte, bahan-bahan yang digunakan relatif sederhana dan mudah diperoleh. Bahan utama yang diperlukan meliputi bubuk matcha sebanyak dua sendok teh, air panas sekitar tiga puluh mililiter dengan suhu tidak mendidih, susu cair sebanyak seratus lima puluh mililiter, gula sesuai dengan selera, serta es batu apabila minuman disajikan dalam kondisi dingin. Proses pembuatan matcha latte diawali dengan melarutkan bubuk matcha ke dalam air panas, kemudian diaduk secara perlahan hingga larutan menjadi halus dan tidak menggumpal. Setelah larutan matcha tercampur dengan baik, gula ditambahkan sesuai selera dan kembali diaduk hingga benar-benar larut. Selanjutnya, susu cair dituangkan ke dalam gelas saji dan dapat ditambahkan es batu apabila ingin menghasilkan minuman dingin yang lebih menyegarkan. Larutan matcha kemudian dituangkan secara perlahan ke dalam gelas berisi susu hingga seluruh bahan tercampur sempurna dan menghasilkan warna hijau yang menarik.

Matcha latte yang telah selesai dibuat siap disajikan dan dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Minuman ini tidak hanya digemari karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena tampilannya yang menarik dan kesan modern yang ditawarkannya. Di kawasan Dewi Sartika, Sukabumi, matcha latte memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk usaha minuman karena proses pembuatannya yang praktis, biaya produksi yang relatif terjangkau, serta tingginya minat masyarakat terhadap minuman kekinian. Dengan pengolahan yang baik dan penyajian yang menarik, matcha latte dapat menjadi salah satu pilihan minuman yang mampu menarik perhatian konsumen dan bersaing di pasar lokal.


Penulis: Nashwa Aulia Firdaini

DISDIK KALTENG TETAPKAN AI, CODING, DAN STEM SEBAGAI FOKUS PENDIDIKAN 2026

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan penguatan kemampuan di bidang kecerdasan buatan (AI), coding, dan STEM sebagai arah utama kebijakan pendidikan tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan menyiapkan guru dan peserta didik agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan global.

(sumber: Google)

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Ia menekankan bahwa penerapan STEM harus bersifat nyata dan memberi manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai langkah konkret, setiap sekolah didorong membentuk Research Club yang melibatkan peserta didik sebagai pelaku utama riset, sementara guru berperan sebagai pembimbing. Setiap sekolah ditargetkan mampu menghasilkan minimal satu riset atau inovasi setiap tahun, dengan memanfaatkan potensi lokal dan lingkungan sekitar.

Untuk SMA, riset diharapkan dilakukan secara kolaboratif lintas mata pelajaran, sedangkan SMK diarahkan pada inovasi sesuai kompetensi keahlian melalui konsep one school one product. Sekolah Khusus juga didorong menggali keunikan peserta didiknya sebagai sumber inovasi.

Selain itu, hasil riset dan inovasi siswa diharapkan dipublikasikan melalui media digital agar dikenal lebih luas. Ke depan, Disdik Kalteng berencana menggelar ajang inovasi berbasis zonasi serta membuka kerja sama dengan dunia usaha melalui program CSR guna mendukung pengembangan riset siswa. Inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat, bahkan berpotensi menembus tingkat nasional dan internasional.


Penulis: Nana Rianti

Rabu, 21 Januari 2026

LUMPIA BEEF KEDAI 95, SENSASI MAKANAN JALANAN YANG MENGGUGAH SELERA

Lumpia beef adalah salah satu kuliner yang sangat populer di Indonesia, terutama sebagai makanan jalanan. Di antara banyaknya penjual lumpia, Lumpia Beef Kedai 95 yang berlokasi di Jl. Bojonggaling, Kebonpedes menjadi salah satu pilihan menarik bagi para pencinta camilan gurih.

(Sumber: foto pribadi)


Dengan kombinasi kulit lumpia yang renyah, isian yang melimpah, serta perpaduan saus yang nikmat, lumpia beef dari Kedai 95 berhasil menciptakan cita rasa yang khas dan sulit untuk dilupakan.

Asal-usul lumpia sendiri berasal dari tradisi kuliner Tionghoa yang kemudian berkembang dan beradaptasi dengan selera masyarakat Indonesia. Seiring waktu, muncul berbagai variasi lumpia dengan isian yang beragam. Salah satunya adalah lumpia beef yang disajikan di Kedai 95 dengan gaya modern dan kekinian.

Lumpia beef di tempat ini memiliki isian yang cukup unik dan berbeda dari lumpia pada umumnya. Di dalamnya terdapat campuran daging sapi, sayuran segar, makaroni, mayones, saus tomat, dan saus cabai yang berpadu menjadi satu. Ketika digigit, tekstur renyah dari kulit lumpia langsung terasa di mulut. Isian daging sapi memberikan rasa gurih yang kuat, sementara sayuran menambah kesegaran. Tambahan makaroni membuat teksturnya semakin menarik dan lebih mengenyangkan. Perpaduan mayones dengan saus tomat dan saus cabai menciptakan rasa yang seimbang antara gurih, manis, dan sedikit pedas. Setiap gigitan menghadirkan sensasi creamy dari mayones yang berpadu sempurna dengan bumbu-bumbu di dalamnya.

Lumpia beef Kedai 95 sangat cocok dinikmati sebagai camilan sore, teman nongkrong, atau bahkan sebagai pengganjal perut saat lapar melanda. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang memuaskan, tidak heran jika makanan ini menjadi favorit banyak orang di sekitar Kebonpedes.

Bagi siapa pun yang sedang berada di kawasan Jl. Bojonggaling, Kebonpedes, mencicipi Lumpia Beef Kedai 95 adalah pilihan yang tepat. Sajian sederhana namun penuh rasa ini membuktikan bahwa makanan jalanan tetap memiliki daya tarik yang tak pernah lekang oleh waktu.


Penulis: Silva Astria Darta

PEMERINTAH DORONG PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI RUANG PUBLIK

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menegaskan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi kebahasaan yang diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah dan pelaku usaha. 

(Sumber: grafis pribadi)


Menteri Pendidikan menyatakan bahwa Bahasa Indonesia merupakan identitas nasional yang harus diutamakan dalam papan nama, iklan, dan pelayanan umum. Menurutnya, penggunaan bahasa asing tanpa pendamping Bahasa Indonesia dapat mengurangi rasa kebangsaan. 

Pemerintah daerah diminta untuk melakukan pengawasan dan pembinaan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Program ini diharapkan dapat memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.

Selain sosialisasi, pemerintah juga akan menggandeng Balai Bahasa di berbagai daerah untuk melakukan pembinaan kebahasaan secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut mencakup pelatihan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi aparatur sipil negara, pelaku usaha, serta pengelola ruang publik.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan melarang penggunaan bahasa asing, melainkan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Bahasa asing tetap diperbolehkan digunakan sebagai pendamping, terutama di kawasan pariwisata dan perdagangan internasional.

Masyarakat menyambut baik kebijakan tersebut karena dinilai dapat meningkatkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia. Namun, sebagian pelaku usaha berharap pemerintah juga memberikan pedoman teknis agar penerapan aturan di lapangan tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Penulis: Muhammad Taufiqul Rohman

KURIKULUM MERDEKA SUDAH DITERAPKAN LEBIH LUAS DIJENJANG SD, SMP, DAN SMA

Kurikulum Merdeka telah menjadi fondasi utama sistem pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Pemerintah terus memperluas penerapan Kurikulum Merdeka di berbagai jenjang pendidikan ketika memasuki awal tahun 2026. Kebijakan ini merupakan upaya reformasi pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman dan paling penting yaitu kebutuhan peserta didik. Kurikulum merdeka juga dirancang untuk dapat memberikan ruang yang lebih luas terutama bagi sekolah, guru, dan siswa. Dalam penyusunan proses pembelajaran ini tidak lagi berfokus pada pencapaian materi. Tetapi, kurikulum ini juga menekankan pemahaman terhadap konsep, penguatan karakter, dan pengembangan kompetensi siswa. Dengan adanya pendekatan tersebut siswa lebih diharapkan dapat belajar secara aktif, mandiri dan juga bermakna.

(Sumber: eposdigi.com)


Pada jenjang Sekolah Dasar (SD) lebih difokuskan pada pembelajaran lebih mendalam dan bermakna. Seperti pada penguatan kemampuan dasar contohnya membaca, menulis, berhitung, dan pembentukan karakter. 

Proses pembelajaran Sekolah Dasar pada kurikulum merdeka ini bertujuan agar lebih kreatif, kritis dan memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran.

Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), kurikulum merdeka lebih berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas dan berkolaborasi. Siswa dikenalkan terhadap pembelajaran berbasis proyek Agar materi pembelajaran dapat dikaitkan langsung dengan permasalahan nyata di lingkungan sekitar. Jadi, pada kurikulum ini lebih sederhana, fleksibel, dan berorientasi. Dalam hal ini siswa secara utuh, tidak hanya dalam penguasaan materi saja tetapi juga pelaksanaan dalam kondisi nyata di lingkungan sekitarnya.

Pada jenjang Sekolah Menengah Akhir (SMA), lebih difokuskan pada pengembangan karakter dan kompetensi esensial siswa. Kurikulum merdeka ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi siswa agar dapat memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan rencana masa depan. Bertujuan agar dapat membantu siswa dalam menghadapi diri secara lebih baik, matang dan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi ataupun memasuki dunia kerja.

Dengan demikian, Pemerintah juga mendukung penerapan Kurikulum Merdeka ini melalui pelatihan guru, modul ajar, dan platform digital. Namun masih menghadapi tantangan kesiapan SDM dan sarana, pemerintah terus melakukan evaluasi dan pendampingan. Dan juga diharapkan kurikulum ini mampu mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.


Penulis: Salsa Ayu Dian Fitriani

MIE AYAM FAVORIT DENGAN CITA RASA BIKIN NAGIH

Mie ayam merupakan salah satu hidangan populer di Indonesia yang disukai oleh berbagai kalangan karena rasanya yang gurih dan mengenyangkan. Di wilayah Kota Sukabumi, tepatnya di Jl. Kapong, terdapat salah satu mie ayam yang tengah digandrungi masyarakat. 

(Sumber: foto pribadi)

Mie Ayam ini menawarkan mie yang lembut dengan topping ayam berbumbu yang meresap hingga ke dalam. Selain itu, tambahan sayuran segar, menjadikan seporsi mie ayam terasa semakin lengkap. Kuahnya yang gurih dan hangat menambah kenikmatan, terutama saat dinikmati di siang hari.

Tak hanya soal rasa, harga yang terjangkau membuat Mie Ayam ini menjadi pilihan banyak pelanggan, mulai dari pelajar hingga keluarga. Lokasinya yang strategis juga memudahkan pengunjung untuk datang kapan saja.

Bagi teman-teman yang sedang berada di kota sukabumi dan sekitarnya, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan Mie Ayam ini ya. Rasanya bikin nagih, porsinya pas, dan harganya bersabat! Ayo cobain Mie Ayam Favorit ini dan rasakan sendiri kelezatannya!


Penulis: Sartika Juniar Lestari

ASAL USUL UNGKAPAN "SEGEDE GABAN" DI MASYARAKAT INDONESIA

Ungkapan “segede gaban” sering dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk menggambarkan sesuatu yang ukurannya sangat besar. Istilah ini bukan termasuk bahasa resmi, melainkan bahasa gaul yang telah lama digunakan dan tetap bertahan hingga sekarang. Meskipun populer, asal-usul ungkapan ini tidak banyak diketahui orang.

(Sumber: cnbcindonesia.com)


Istilah tersebut berasal dari tokoh Gaban dalam sebuah film yang pernah populer di Indonesia. Karakter Gaban kemudian banyak dihadirkan dalam berbagai bentuk hiburan, salah satunya di Taman Hiburan Dunia Fantasi (Dufan), Ancol. Pada tahun 1990, Dufan menampilkan pertunjukan teater Gaban melawan penjahat yang menarik perhatian banyak penonton, terutama anak-anak.

Selain pertunjukan, Dufan juga memajang patung Gaban di bagian depan taman hiburan. Patung ini memiliki tinggi lebih dari 10 meter sehingga terlihat jauh lebih besar dibandingkan manusia pada umumnya. Ukuran patung yang sangat besar inilah yang kemudian melahirkan ungkapan “segede gaban”, yang digunakan untuk menyebut benda berukuran besar.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan bahasa, ungkapan ini terus digunakan dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai sebutan untuk sesuatu yang berukuran besar.


Penulis: Nana Rianti

HAMPIR SEPARUH ANAK USIA 8-17 TAHUN PERNAH JADI KORBAN PENIPUAN ONLINE

Hampir separuh anak di Indonesia yang berusia antara 8 hingga 17 tahun dilaporkan pernah menjadi korban penipuan daring (online) saat menjelajahi internet. Data terbaru yang dirilis oleh Safer Internet Center mencatat bahwa sekitar 46 persen anak dalam rentang usia tersebut pernah mengalami penipuan online, seperti ditarik ke dalam jebakan transaksi palsu atau informasi yang menyesatkan di dunia maya. 

(Sumber: pixabay.com)


Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid, mengatakan fenomena ini menunjukkan bahwa ruang digital tak selalu aman bagi anak-anak meskipun terlihat menarik dan penuh peluang bagi mereka. “Anak-anak menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap penipuan dan risiko lainnya di dunia maya,” ujar Meutya dalam sebuah pernyataan resmi. 

Menurut data publikasi pemerintah, hampir 50 persen pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, sehingga prevalensi penipuan yang dialami kelompok ini menjadi perhatian serius. 

Kondisi ini mendorong pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang bertujuan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak. Regulasi ini mengatur kewajiban platform digital untuk menerapkan sistem pengawasan, pembatasan akses terhadap fitur berisiko, serta pengelolaan akun anak yang lebih ketat. 

Meski demikian, Meutya menegaskan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam mendampingi dan mengawasi aktivitas digital anak-anak. Ia menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah dan platform digital, tetapi sangat bergantung pada keterlibatan aktif keluarga di rumah. 

Para ahli dan pelaku literasi digital juga mengimbau agar anak-anak dibekali dengan pengetahuan tentang tanda-tanda penipuan online, termasuk modus-modus umum penipuan seperti tawaran hadiah palsu, situs belanja palsu, atau permintaan data pribadi yang mencurigakan. Peningkatan literasi digital dipercaya bisa membantu anak-anak lebih waspada sebelum menjadi korban penipuan. 

Kasus penipuan online sendiri bukan hanya dialami oleh anak-anak. Laporan yang diterima lembaga anti-penipuan menunjukkan lonjakan aduan penipuan digital dari segala usia, termasuk transaksi belanja online palsu dan fake call. Data Otoritas Jasa Keuangan juga menunjukkan ribuan kasus penipuan digital yang merugikan masyarakat secara finansial selama periode terakhir. 

Penipuan daring telah menjadi tantangan serius di era digital, mengingat semakin banyak anak-anak yang mengakses internet untuk belajar, bermain, dan berinteraksi sosial. Dengan angka yang cukup tinggi, banyak pihak berharap kolaborasi antara orang tua, sekolah, pemerintah, dan platform digital dapat menekan risiko ancaman penipuan daring bagi generasi muda Indonesia.


Penulis: Nashwa Aulia Firdaini

PENGGUNAAN EMOJI DAN SIMBOL WARNAI PERKEMBANGAN BAHASA ANAK ZAMAN SEKARANG

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam cara anak-anak berkomunikasi. Salah satu fenomena yang kini semakin menonjol adalah penggunaan emoji dan simbol sebagai bagian dari bahasa gaul anak zaman sekarang. Bahasa visual ini tidak hanya melengkapi pesan teks, tetapi kerap menggantikan kata dan kalimat secara utuh.

Emoji seperti 😂, 😭, 👍, dan 😎 telah menjadi alat komunikasi yang lazim digunakan anak-anak dalam percakapan sehari-hari, baik melalui aplikasi pesan instan maupun media sosial. Dalam banyak situasi, anak cukup mengirim satu emoji untuk menyampaikan perasaan senang, sedih, setuju, atau terhibur tanpa perlu menuliskan kata-kata.

Pengamat bahasa menilai bahwa fenomena ini merupakan bentuk perkembangan bahasa yang wajar di era digital. Bahasa tidak lagi terbatas pada ujaran lisan dan tulisan, tetapi berkembang menjadi komunikasi multimodal, yaitu perpaduan antara teks, simbol, dan visual. Anak-anak menjadi lebih ekspresif dan cepat dalam menyampaikan emosi melalui bahasa visual.

Namun demikian, dominasi emoji dalam komunikasi juga menimbulkan tantangan, terutama dalam konteks pendidikan. Guru dan orang tua mulai menemukan kecenderungan anak menjawab pesan atau pertanyaan dengan simbol singkat, bahkan dalam situasi yang menuntut penggunaan bahasa formal. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menyusun kalimat lengkap dan mengekspresikan gagasan secara tertulis.

Di sisi lain, penggunaan bahasa visual juga memiliki dampak positif. Emoji membantu anak mengungkapkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata serta membuat komunikasi terasa lebih santai dan akrab. Bahasa visual juga dapat menjadi jembatan bagi anak yang masih mengembangkan kemampuan berbahasa verbal.

Pakar pendidikan menekankan pentingnya pendampingan dalam penggunaan bahasa digital. Anak perlu diarahkan agar mampu membedakan konteks penggunaan bahasa visual dan bahasa baku. Emoji dapat digunakan dalam situasi informal, sementara bahasa tulis dan lisan yang baik dan benar tetap harus dibiasakan dalam konteks akademik dan resmi.

Dengan demikian, penggunaan emoji dan simbol sebagai bahasa gaul anak zaman sekarang merupakan bagian dari dinamika perkembangan bahasa di era digital. Tantangan utama bukanlah membatasi penggunaannya, melainkan mengarahkan agar anak mampu berkomunikasi secara tepat sesuai dengan situasi dan konteks.


Penulis: Umdatul Khoirot

PEMERINTAH TERUS TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA

Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai program dan kebijakan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.

(Sumber: Kompasiana)


Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan serta penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini memberikan kebebasan bagi sekolah dan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan potensi peserta didik. Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan digital untuk mendukung pembelajaran di daerah terpencil.

Pada bidang sarana dan prasarana, pemerintah terus melakukan pembangunan dan renovasi sekolah, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga tetap disalurkan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan.

Meskipun demikian, tantangan dalam dunia pendidikan masih ada, seperti kesenjangan akses pendidikan dan keterbatasan fasilitas di beberapa daerah. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut, diharapkan kualitas pendidikan Indonesia terus meningkat dan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.


Penulis: Sry Lesti Lestari

PISCOK GANGSTER PENAMBAH PILIHAN CAMILAN MANIS DI JALAN DEWI SARTIKA

Piscok Gangster adalah salah satu jajanan yang terdapat di Jl. Dewi Sartika, Sukabumi. Piscok Gangster ini adalah camilan manis yang dilengkapi dengan toping lumer yang melimpah. Kehadiran Piscok Gangster ini menambah pilihan camilan manis yang tersedia di Jl. Dewi Sartika.


(sumber: foto pribadi)

Piscok Gangster adalah pisang coklat dengan berbagai pilihan toping lumer yang menggugah selera. Beberapa varian toping yang tersedia dan dapat dipilih sesuai dengan selera, yaitu dark chocolate, taro, greentea, strawberry, tiramisu, dan vanila. Topingnya yang lumer dan melimpah memberikan sensasi manis dan lumer di mulut ketika dimakan. Adanya pilihan toping ini membuat piscok ini lebih variatif dan tidak membosankan.

Selain topingnya yang beragam, piscok ini juga mempunyai cita rasa yang pas. Perpaduan pisang yang manis, kulit yang renyah, coklat yang creamy, dan toping yang lumer membuat Piscok Gangster cocok untuk dijadikan camilan saat bersantai, baik saat berkumpul bersama teman atau sendirian menghabiskan waktu luang.

Lokasinya yang strategis dan harganya yang ramah di kantong, Piscok Gangster menjadi salah satu camilan favorit di Jl. Dewi Sartika, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kehadiran Piscok Gangster ini bukan hanya menambah variasi kuliner di Jl. Dewi Sartika, tetapi juga menunjukkan kreativitas pelaku usaha dalam mengolah jajanan tradisional menjadi lebih modern dan diminati oleh generasi muda.


Penulis: Asti Novita

SIOMAY: LEZATNYA KULINER LEGENDARIS INDONESIA

Siomay adalah makanan khas Indonesia (adaptasi dari shumai Tiongkok) yang sangat populer, terutama di Bandung.


(sumber: foto pribadi)

Kini siomay sudah tersebar luas di seluruh wilayah Kota Sukabumi salah satunya siomay "Doa sepuh" ini yang berada di Jl. Ahmad Yani Kota Sukabumi. 

Selain itu, siomay sudah memiliki di beberapa cabang yaitu Siomay Crunchy yang berlokasi di Jl. Syamsudin SH-Cikole, Siomay Bandung Mang Eno yang berlokasi di Jl. Raya Sekarwangi-Cibadak. Hal ini membuat siomay lebih mudah dibeli dan dinikmati oleh masyarakat. 

Siomay "Doa Sepuh" juga menggunakan bahan pangan kukus seperti: 

Daging yang terbuat dari ikan yang begitu lezat serta ditambahkan kentang, tahu, dan kol supaya lebih mengenyangkan, dengan bumbu kacang yang kental membuat siomay "Doa Sepuh" banyak digemari oleh masyarakat Kota Sukabumi. 

Cita rasanya yang khas membuat siomay "Doa Sepuh" sudah menjadi hidangan favorit bagi seluruh masyarakat Kota Sukabumi.


Penulis: Muhammad Taufiqul Rohman

ARTI CUAKS, FENOMENA BAHASA GAUL YANG VIRAL DI MEDIA SOSIAL

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia media sosial dihebohkan dengan munculnya berbagai istilah dan ungkapan baru yang viral di kalangan pengguna, terutama generasi muda. Salah satu fenomena bahasa gaul yang menarik perhatian adalah penggunaan kata "cuaks". Istilah ini menjadi sangat populer di platform seperti TikTok dan Instagram, namun banyak orang masih bertanya-tanya tentang arti dan asal-usulnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang arti cuaks, sejarahnya, penggunaannya di media sosial, serta dampaknya terhadap perkembangan bahasa Indonesia.


(sumber: Instagram @ujwarfirdaus)

Kata "cuaks" merupakan salah satu contoh bahasa gaul yang berkembang di kalangan anak muda Indonesia. Meskipun tidak memiliki arti yang pasti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah ini telah menjadi bagian dari kosakata sehari-hari bagi banyak pengguna media sosial.

Asal-usul kata "cuaks" sendiri cukup menarik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh duo komedian stand-up, Tretan Muslim dan Coki Pardede. Mereka sering menggunakan kata "cuaks" dalam pertunjukan mereka sebagai semacam punchline atau penekanan di akhir lelucon. Dari sini, penggunaan kata tersebut mulai menyebar dan diadopsi oleh pengguna media sosial lainnya.

Meskipun tidak memiliki definisi resmi, "cuaks" umumnya digunakan sebagai kata seru atau interjeksi yang bisa memiliki berbagai makna tergantung konteksnya. Beberapa interpretasi umum dari kata "cuaks" antara lain:
1. Sebagai penanda sindiran atau sarkasme
2. Ungkapan kekecewaan atau frustrasi
3. Ekspresi keterkejutan atau ketidakpercayaan
4. Penekanan pada akhir kalimat untuk efek komedi. 
5. Penggunaan Cuaks di Media Sosial

Popularitas kata "cuaks" melonjak drastis berkat penggunaannya yang masif di platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Pengguna sering menyelipkan kata ini di akhir kalimat atau video mereka untuk memberikan efek lucu atau menyindir.

Beberapa contoh penggunaan "cuaks" di media sosial:
"Katanya mau diet, tapi malah nambah nasi, cuaks!"
"Pagi-pagi udah macet, padahal baru Senin, cuaks."
"Nongkrong di kafe mahal tapi cuma pesen air putih, cuaks."

Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa gaul dapat berkembang dan menyebar dengan cepat di era digital. Kata "cuaks" menjadi semacam tren yang diikuti oleh banyak pengguna media sosial, terutama generasi Z, sebagai cara untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan sesama pengguna.

Munculnya istilah seperti "cuaks" dan bahasa gaul lainnya memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Di satu sisi, fenomena ini menunjukkan kreativitas dan dinamika bahasa yang terus berkembang. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa penggunaan bahasa gaul yang berlebihan dapat menggeser penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Beberapa dampak yang perlu diperhatikan:
1. Pergeseran makna kata: Kata-kata baru seperti "cuaks" dapat mengubah cara orang mengekspresikan diri dan berkomunikasi.
2. Tantangan dalam standardisasi bahasa: Munculnya istilah baru dapat menyulitkan upaya standardisasi bahasa Indonesia.
3. Potensi kesalahpahaman: Penggunaan bahasa gaul yang terlalu spesifik dapat menyebabkan kesalahpahaman antar generasi atau kelompok sosial yang berbeda.
4. Pengaruh pada pendidikan bahasa: Guru dan pendidik perlu beradaptasi dengan perkembangan bahasa untuk tetap relevan dengan siswa mereka.

Beberapa faktor yang mendorong penggunaan bahasa gaul di kalangan generasi Z:
1. Kebutuhan akan identitas: Bahasa gaul menjadi cara bagi generasi Z untuk membedakan diri dari generasi sebelumnya.
2. Kreativitas linguistik: Penciptaan kata-kata baru menunjukkan kreativitas dalam berbahasa.
3. Efisiensi komunikasi: Istilah-istilah baru sering kali lebih singkat dan efisien untuk digunakan dalam komunikasi digital.
4. Tren dan viralitas: Media sosial memungkinkan istilah baru menyebar dengan cepat dan menjadi tren.

Fenomena "cuaks" dan bahasa gaul lainnya mencerminkan dinamika dan kreativitas dalam perkembangan bahasa Indonesia di era digital. Meskipun penggunaan istilah seperti ini dapat menimbulkan perdebatan, penting untuk memahami bahwa bahasa selalu berkembang seiring dengan perubahan masyarakat.

Sebagai pengguna bahasa, kita perlu bijak dalam menggunakan dan merespons perkembangan bahasa gaul. Penting untuk menjaga keseimbangan antara kreativitas berbahasa dan pemeliharaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan pemahaman dan kesadaran yang tepat, kita dapat memanfaatkan kekayaan bahasa gaul sambil tetap menghargai dan melestarikan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional.

Pada akhirnya, fenomena seperti "cuaks" mengingatkan kita bahwa bahasa adalah entitas yang hidup dan terus berevolusi. Tugas kita adalah untuk memahami, mengelola, dan memanfaatkan perkembangan ini dengan cara yang positif dan konstruktif bagi masyarakat Indonesia.


Penulis: Silva Astria Darta

NILAI TKA TIDAK MENJADI SYARAT SNBP, PEMERINTAH TEGASKAN FUNGSI EVALUASI PENDIDIKAN

Pemerintah menegaskan bahwa nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak menjadi syarat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman masyarakat yang mengira hasil TKA akan memengaruhi peluang siswa masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa TKA memiliki fungsi utama sebagai alat pemetaan dan evaluasi mutu pendidikan nasional, bukan sebagai penentu kelulusan siswa maupun syarat seleksi masuk perguruan tinggi. Oleh karena itu, hasil TKA tidak dicantumkan dalam ijazah, melainkan diberikan dalam bentuk sertifikat terpisah.

Dalam pelaksanaan SNBP, penilaian tetap berfokus pada nilai rapor, prestasi akademik, serta prestasi nonakademik siswa selama menempuh pendidikan di sekolah. Pemerintah memastikan bahwa siswa dengan nilai TKA rendah tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti SNBP selama memenuhi kriteria prestasi yang ditetapkan.

Pemerintah juga mengimbau pihak sekolah agar tidak menjadikan nilai TKA sebagai dasar pemeringkatan siswa untuk SNBP. Sekolah diminta tetap mengedepankan penilaian komprehensif terhadap proses dan hasil belajar siswa secara berkelanjutan.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga prinsip keadilan dalam sistem seleksi nasional. TKA digunakan sebagai bahan refleksi dan perbaikan pembelajaran di tingkat satuan pendidikan, sedangkan SNBP bertujuan memberikan penghargaan atas konsistensi prestasi siswa selama masa sekolah.

Dengan adanya penegasan ini, pemerintah berharap siswa dan orang tua tidak merasa khawatir berlebihan terhadap hasil TKA. Pemerintah menekankan bahwa masa depan pendidikan siswa tidak ditentukan oleh satu tes, melainkan oleh proses belajar yang berkelanjutan dan beragam prestasi yang dicapai.


Penulis: Umdatul Khoirot

AYAM GEPREK MAKANAN KHAS INDONESIA DARI YOGYAKARTA

Ayam geprek adalah ayam goreng yang digeprek (dipukul-pukul) dengan sambal pedas, biasanya disajikan dengan nasi dan lalapan. Asalnya dari Yogyakarta, tapi sekarang sudah populer di seluruh Indonesia dan bahkan di luar negeri, kayak Malaysia,  Singapura dan negeri lain pun sudah ada ayam geprek.

Ayam geprek berasal dari Yogyakarta sekitar tahun 2003, diciptakan oleh Ibu Ruminah (Bu Rum) di warungnya di jalan wulung lor Papringan  yang memenuhi permintaan seorang mahasiswa untuk melumat ayam goreng tepung dengan sambal ulek hingga hancur. Hidangan ini menjadi populer karena kepedasan dan kepraktisannya, dengan kata "geprek" berasal dari bahasa Jawa yang berarti dipukul atau dilumatkan, dan menyebar luas ke seluruh Indonesia sekitar tahun 2017.

Ayam geprek muncul ketika seorang mahasiswa meminta ayam goreng tepung (ala Kentucky) yang dipesan dihancurkan (digeprek) bersama sambal ulek agar lebih mudah dimakan.

Ayam geprek terkenal karena kombinasi rasanya yang gurih, pedas, dan aroma yang menggugah selera makan Sambalnya yang pedas dan ayam goreng yang renyah membuat banyak orang ketagihan. Karena sekarang sudah populer di indonesia ayam geprek menjadi memiliki banyak variasi menu ayam geprek, seperti Ayam Geprek Original, Ayam Geprek Telur Ceplok, Nasi Goreng Geprek, dan masih banyak yang lainnya.

Ayam geprek ini sudah ada diberbagau tempat yang menyediakannya, seperti di D'top, Lazatto, dan masih banyak ruko-ruko lainnya.


Penulis: Desi Nurazizah

THAILAND JADI TAILAN KARENA DOKUMEN EKSONEM, APA ITU?

Penetapan istilah Kapitil sebagai kosakata baru oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) sebelumnya sempat memicu perbincangan luas di media sosial. Kata tersebut diperkenalkan sebagai pasangan dari “kapital”, yakni untuk merujuk pada penulisan huruf kecil.


(Sumber: detikedu)

Belum reda perbincangan tersebut, warganet kembali dibuat ramai oleh perubahan penulisan nama negara Thailand yang kini disebut Tailan. Isu ini pun mendapat tanggapan resmi dari Badan Informasi Geospasial (BIG).

BIG menegaskan bahwa penggunaan nama Tailan merupakan bentuk penamaan yang telah disepakati secara resmi dalam dokumen eksonim. Dokumen tersebut disusun melalui kerja sama antara BIG, Badan Bahasa, serta para ahli linguistik dari Universitas Indonesia.

Dokumen eksonim itu memuat pembaruan standar penamaan negara-negara di dunia yang kemudian didaftarkan kepada United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) pada tahun 2025.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan eksonim?

Mengutip laporan detikEdu, Kamis (15/1/2026), eksonim menjadi salah satu aspek penting dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri telah meresmikan penggunaan bahasa Indonesia dalam Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023 sebagai langkah strategis menuju pengakuan global.

Dalam kajian berjudul Pembakuan Eksonim sebagai Bagian dari Langkah Strategis Internasionalisasi Bahasa Indonesia karya Umrotun Nida, disebutkan bahwa proses internasionalisasi bahasa membawa konsekuensi tersendiri, terutama di tengah derasnya pengaruh bahasa asing seperti bahasa Inggris. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam konteks ini adalah penggunaan eksonim.

Menurut KBBI, eksonim adalah nama asing yang digunakan untuk menyebut unsur geografis. Contohnya adalah penggunaan nama Penang untuk menyebut Pulau Pinang di Malaysia.

Sementara itu, UNGEGN mendefinisikan eksonim sebagai penamaan geografis yang digunakan dalam suatu bahasa untuk wilayah yang berada di luar wilayah penutur bahasa tersebut. Penamaan ini biasanya berbeda dari nama resmi atau nama lokal wilayah yang bersangkutan.

Dalam kajian yang sama, disebutkan pula contoh penggunaan eksonim dalam bahasa Indonesia, seperti Belanda untuk the Netherlands, Inggris untuk England, serta Amerika Serikat untuk the United States of America.

Penggunaan eksonim tersebut dinilai mencerminkan kemampuan bahasa Indonesia dalam melakukan adaptasi dan standarisasi istilah internasional. Hal ini sekaligus memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa yang siap bersaing di tingkat global.

Dokumen eksonim terbaru juga mencatat bahwa Indonesia telah melakukan revisi penamaan negara dan ibu kota dunia sejak 2019. Pembaruan kembali dilakukan pada 2024 dengan melibatkan BIG, Badan Bahasa, para pakar linguistik Universitas Indonesia, serta Kementerian Luar Negeri. Setelah disempurnakan, dokumen tersebut kembali diajukan ke UNGEGN.

Pembaruan dokumen eksonim bertujuan untuk menjamin keseragaman dan ketepatan penamaan negara secara global. Standar ini akan digunakan dalam berbagai kepentingan resmi, seperti dokumen kenegaraan, administrasi pemerintahan, hingga laporan resmi.

Selain itu, nama-nama negara dalam dokumen eksonim juga akan menjadi acuan dalam materi pendidikan, termasuk buku pelajaran, pemberitaan media massa, serta konten media sosial.


Penulis: Nurul Aini Syarifah

REVITALISASI SEKOLAH PERKUAT LINGKUNGAN BELAJAR AMAN DAN NYAMAN

Upaya revitalisasi sekolah mulai memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan belajar. Sejumlah sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan bangunan kini tampil lebih tertata, bersih, dan aman digunakan oleh siswa serta tenaga pendidik.


(Sumber: Kompasiana)

Revitalisasi meliputi renovasi ruang kelas, perbaikan sanitasi, penguatan struktur bangunan, penyediaan fasilitas ramah disabilitas, serta penataan lingkungan sekolah agar lebih bersih dan sehat. Sekolah-sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai bertransformasi menjadi ruang belajar yang lebih representatif. 

Menteri Pendidikan menyampaikan bahwa sekolah yang aman dan nyaman berpengaruh langsung terhadap motivasi belajar siswa dan kinerja guru. Lingkungan fisik yang baik dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif serta mengurangi risiko kecelakaan di sekolah.

Selain pembangunan fisik, revitalisasi juga mencakup peningkatan sistem keamanan, seperti pemasangan pagar dan pencahayaan. Selain itu, peningkatan kenyamanan dengan cara menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan mendukung kreativitas, seperti ruang hijau terbuka, perpustakaan, dan laboratorium.


Penulis: Gia Fitria Anggraini


Rabu, 14 Januari 2026

ES JELLY SUSU YANG TIDAK HANYA LEZAT TETAPI JUGA BERMANFAAT

Es jelly telah menjadi salah satu minuman favorit di kalangan masyarakat indonesia. Minuman segar ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Es jelly susu terbuat dadi campuran ausu segar, jelly, dan gula yang kemudian dibekukan hingga menjadi es yang lezat dan segar.


(sumber: foto pribadi)

Es jelly susu tidak hanya lezat, tetapi jiga memiliki banyak manfaat. Susu terkandung dalam es jelly merupakan sumber kalsium yang baik untuk kesehatan. Jelly yang terkandung dalam es jelly susu juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Membuat es jelly sangatlah mudah. Kamu hanya perlu mencampurkan susu  segar, jelly dan gula dalam sebuah wadah  kemudian aduk hingga rata.

Es jelly susu tidak hanya tersedia dalam rasa original, tetapi juga memiliki banyak varian rasanya.kamu dapat memilih rasa yang sesuai dengan Selerasmu.

Es jelly susu memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan minuman lainya. Pertama, es jelly susu dapay membantu menjaga kesehatan karena kandungan kalsium yang tinggi. Kedua, es jelly susu dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan karena kandungan jelly yang baik.

Kamu sedang mencari minuman yang segar dan lezat, es jelly susu pilihan yang tepat.


Penulis: Sry Lesti Lestari

BAHASA INDONESIA RESMI MENJADI MATA KULIAH DI UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO

Bahasa Indonesia resmi diajarkan sebagai mata kuliah sekaligus program akademik di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pembukaan perkuliahan Bahasa dan Sastra Indonesia ini menjadi tonggak penting dalam sejarah internasionalisasi Bahasa Indonesia di dunia pendidikan global.


(sumber: Antara)

Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia dibuka di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al-Azhar dan mulai aktif pada tahun akademik 2025/2026. Keputusan tersebut ditetapkan melalui persetujuan Majelis Tinggi Al-Azhar setelah melalui proses kajian akademik dan kerja sama intensif dengan pemerintah Indonesia.

Menteri Pendidikan Indonesia menyatakan bahwa hadirnya Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah di Al-Azhar merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap peran strategis Bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa komunikasi global maupun sebagai objek kajian ilmiah. Selain itu, kebijakan ini juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Rektor Universitas Al-Azhar menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa asing yang diminati mahasiswa, khususnya karena hubungan historis, keagamaan, dan akademik antara Indonesia dan Mesir yang telah terjalin lama. Bahasa Indonesia kini tercatat sebagai bahasa ke-15 yang diajarkan secara resmi di universitas tersebut.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai ratusan orang pada awal pembukaan program. Mahasiswa tidak hanya mempelajari keterampilan berbahasa, tetapi juga sejarah, sastra, dan budaya Indonesia sebagai bagian dari kurikulum.

Pembukaan mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo diharapkan dapat memperluas peran Bahasa Indonesia di tingkat internasional serta membuka peluang kerja sama pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah.

Dengan langkah ini, Bahasa Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai bahasa yang berdaya saing global dan menjadi simbol identitas bangsa di kancah dunia.


Penulis: Umdatul Khoirot

JURUSAN KULIAH YANG WAJIB LAMPIRKAN POTOFOLIO SAAT DAFTAR SNBP-SNBT 2026

Buat calon mahasiswa yang berencana ikut SNBP dan SNBT 2026, ada beberapa hal penting yang wajib dipahami sejak awal. Mulai dari syarat pendaftaran, ketentuan pas foto, pemilihan program studi, sampai persyaratan khusus untuk jurusan tertentu.

(sumber: fb Putra Soppeng)

Nah, khusus buat kamu yang ingin mendaftar ke jurusan seni dan olahraga, ada satu hal tambahan yang nggak boleh terlewat, yaitu unggah portofolio di akun SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru). Portofolio ini jadi bukti kemampuan dan pengalaman kamu di bidang yang dipilih.

Portofolio sendiri merupakan kumpulan karya atau dokumentasi penampilan (performance) peserta di bidang seni maupun olahraga. Untuk SNBP dan SNBT 2026, ada 11 kelompok program studi yang mewajibkan pengunggahan portofolio, di antaranya:

1. Seni Rupa, Desain, dan Kriya

Wajib untuk prodi Seni Rupa, Seni Murni, Pendidikan Seni Rupa, Kriya, Kriya Seni, Pendidikan Kriya, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Produk/Desain Produk Industri, serta program diploma di bidang seni rupa, desain, dan kriya seperti batik, kriya kayu, kriya logam, dan sejenisnya.

2. Tari

Untuk program studi Tari atau Pendidikan Tari.

3. Musik

Berlaku bagi prodi Musik atau Pendidikan Musik.

4. Seni Karawitan

Untuk program studi Seni Karawitan atau Pendidikan Seni Karawitan.

5. Etnomusikologi

Diperuntukkan bagi pendaftar prodi Etnomusikologi.

6. Teater

Untuk program studi Teater.

7. Fotografi

Wajib bagi pendaftar prodi Fotografi.

8. Film dan Televisi

Untuk program studi Film dan Televisi.

9. Seni Pedalangan

Diperuntukkan bagi prodi Seni Pedalangan.

10. Sendratasik dan Seni Pertunjukan

Berlaku untuk prodi Sendratasik, Seni Pertunjukan, Pendidikan Sendratasik, dan Pendidikan Seni Pertunjukan.

Buat kamu yang mengincar jurusan-jurusan di atas, pastikan portofolio sudah disiapkan dengan baik dan sesuai ketentuan ya. Jangan sampai kesempatan masuk PTN impian gagal cuma karena portofolio kurang lengkap! 💪🎨🎶


Penulis: Silva Astria Darta

RESEP "MURAH" AWET MUDA KUASAI BANYAK BAHASA!

Kemampuan berbahasa lebih dari satu bahasa ternyata bukan hanya memberi manfaat budaya dan sosial, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan khususnya dalam memperlambat proses penuaan. Sebuah riset internasional terbaru menunjukkan bahwa multilingualisme atau kemampuan menggunakan berbagai bahasa dapat membantu menunda tanda-tanda penuaan biologis dan memperkuat fungsi otak sepanjang hidup. 


(sumber: Jawa Pos)

Penelitian besar yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Aging ini menganalisis data dari lebih dari 86.000 responden di 27 negara Eropa. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mahir menggunakan lebih dari satu bahasa cenderung menunjukkan tingkat penuaan biobehavioral yang lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang hanya berbicara satu bahasa. 

Para peneliti percaya salah satu faktor utama adalah karena proses berpindah-pindah bahasa secara mental dapat menjadi latihan yang merangsang otak. Aktivitas ini dipercaya mampu memperkuat jalur saraf serta menjaga fungsi kognitif tetap aktif faktor yang berkaitan dengan kesehatan otak dan penuaan. Selain itu, penguasaan berbagai bahasa juga dikaitkan dengan keterlibatan sosial dan pola hidup yang aktif secara mental. 

Temuan ini semakin menegaskan bahwa menjaga kesehatan otak tak selalu membutuhkan biaya tinggi. Aktivitas yang menantang pikiran  seperti belajar bahasa baru bisa menjadi salah satu “resep murah” untuk mendukung penuaan yang lebih sehat dan berkualitas.


Penulis: Nashwa Aulia Firdaini

PEMULIHAN SEKOLAH PASCABENCANA DI SUMATERA

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sumatera berdampak pada kegiatan pendidikan. Banyak sekolah mengalami keru...