Rabu, 28 Januari 2026

PEMULIHAN SEKOLAH PASCABENCANA DI SUMATERA

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sumatera berdampak pada kegiatan pendidikan. Banyak sekolah mengalami kerusakan sehingga proses belajar mengajar sempat terganggu.

(sumber: liputan6.com)

Pemerintah pusat dan daerah melakukan berbagai upaya pemulihan yang masih berlangsung hingga saat ini, seperti perbaikan fasilitas sekolah dan penyediaan sarana pembelajaran darurat. Karena di beberapa daerah yang terdampak ruang kelas mengalami kerusakan, maka sebagian sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar atau mengalihkan pembelajaran tersebut ke lokasi darurat. Selain itu, dilakukan penyesuaian jadwal belajar agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan pendidikan. Pemerintah saat ini berfokus pada pembersihan, rehabilitasi bangunan sekolah, serta penyediaan sarana pembelajaran darurat.

Berbagai upaya yang telah dilakukan yaitu penyesuaian kalender akademik atau jadwal belajar, pemberian bantuan operasional khusus, serta pendampingan bagi guru dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak.

Tidak hanya kerusakan fisik, bencana juga berdampak pada kondisi psikologis siswa. Banyak siswa yang dilaporkan mengalami trauma akibat bencana. Hal ini mengakibatkan sekolah harus menyediakan dukungan psikologis dan kegiatan pemulihan mental, agar siswa dapat kembali belajar dengan nyaman.

Meski beberapa sekolah telah kembali beroperasi dan menjalankan aktivitas pembelajaran, namun masih ada tantangan yang dirasakan di daerah tingkat kerusakan berat dan akses yang terbatas. Pemulihan sekolah diharapkan dapat berjalan optimal dengan kerja sama berbagai pihak.


Penulis: Asti Novita

DIMSUM BY KAYAMEFOOD HADIRKAN SENSASI DIMSUM MENTAI GURIH DAN TERJANGKAU DI CIAUL

Kuliner dimsum mentai kini semakin digemari masyarakat, khususnya pecinta jajanan kekinian. Termasuk di kawasan Ciaul dengan hadirnya Dimsum by Kayamefood. Sebuah usaha kuliner yang menawarkan beragam sensasi dimsum mentai dengan cita rasa gurih dan lezat, namun tetap ramah di kantong.

(sumber: foto pribadi)

Varian dimsum mentai ini dipadukan dengan saus mentai yang creamy serta aroma sedikit smoky. Tekstur dimsum yang lembut dan harga yang terjangkau membuat sajian ini cocok dinikmati oleh berbagai kalangan, baik bersama keluarga maupun teman. Sangat cocok untuk kalian yang suka dengan kulineran satu ini. Karena selain mengutamakan rasa, Dimsum by Kayamefood ini juga menjaga kualitas bahan dan kebersihan dalam proses pembuatannya. 

Dimsum mentai yang dibuat dari daging ayam atau udang segar yang dicincang halus, dibumbui secara merata, kemudian dibungkus kulit dimsum dan dikukus hingga matang. Setelah itu, dimsum disiram saus mentai dari campuran mayones, saus sambal, dan saus tomat, lalu dipanggang sebentar untuk menghasilkan rasa yang lebih nikmat dan dapat menggugah selera untuk berbagai kalangan yang menyukai dimsum mentai ini.

Dimsum sendiri merupakan kuliner khas Tiongkok yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai makanan pendamping teh, dengan makna “menyentuh hati” dalam setiap sajiannya. Seiring perkembangan zaman, dimsum ini terus berinovasi, salah satunya melalui dimsum mentai yang populer di Indonesia. Melalui Dimsum by Kayamefood di Ciaul, sajian tradisional ini hadir dengan sentuhan modern tanpa adanya menghilangkan kelezatan asli dari dimsum tersebut, sehingga semakin diminati oleh masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik kuliner bagi para pengunjung dan wisatawan.


Penulis: Salsa Ayu Dian Fitriani

BAKSO MALANG: DARI GEROBAK SEDERHANA JADI IKON NASIONAL

Kuliner Bakso Malang terus berkembang, dari yang awalnya dijajakan di gerobak keliling hingga kini jadi fenomena kuliner nasional yang dikenal luas di seluruh Indonesia. 

(sumber: foto pribadi)

Bakso malang juga sudah tersebar luas di Sukabumi salah satunya Bakso Malang 57 yang berada di dekat Alun-alun Cicurug Kabupaten Sukabumi. 

Selain itu, bakso Malang sudah memiliki beberapa cabang yaitu Bakso Malang Ambassador yang berlokasi di Jl. R. E. Martadinata, Bakso Malang Merdeka Sukabumi yang berlokasi dekat alun-alun Kota Sukabumi. 

Bakso Malang 57 menggunakan bahan kombinasi seperti: Bakso, pangsit, siomay yang dicampuri kuah bakso membuat Bakso Malang 57 banyak dinikmati oleh masyarakat Cicurug. Rasanya yang gurih dan nikmat membuat Bakso Malang 57 menjadi makanan  terfavorit bagi semua masyarakat Cicurug.


Penulis: Muhammad Taufiqul Rohman

SALAH KAPRAH? KENAPA KITA SERING SALAH SOAL ARTI KATA🤔

Penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari tidak selalu berjalan sesuai dengan kaidah yang benar. Kebanyakan orang-orang menggunakan kata dengan makna yang keliru dan sudah terlanjur dianggap benar oleh masyarakat. Fenomena ini sangat dikenal sebagai salah kaprah dalam penggunaan bahasa dan terjadi hampir di semua lapisan masyarakat.


(sumber: teknik.unpas.ac.id)

Salah kaprah ini biasanya bermula dari kebiasaan. Ketika sebuah kata yang digunakan secara keliru namun terus diulang dalam percakapan sehari-hari, makna yang salah tersebut perlahan dianggap sebagai makna yang benar. Contohnya adalah kata “absen” yang sering dipakai untuk menyebut kehadiran, padahal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), absen berarti tidak hadir. Pengaruh media massa dan media sosial juga berperan besar dalam memperluas kesalahan penggunaan kata. Judul berita, unggahan viral, hingga konten hiburan sering kali menggunakan kata secara tidak tepat demi menarik perhatian pembaca ini sangat tidak baik digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kesalahan tersebut dikonsumsi oleh jutaan orang, maka kekeliruan makna pun menyebar dengan sangat cepat dan sulit dikoreksi.

Selain itu, perkembangan bahasa gaul dan bahasa digital turut mempercepat pergeseran makna kata. Dalam konteks tertentu, perubahan makna memang wajar terjadi tetapi sebagai bagian dari dinamika bahasa. Namun, masalah ini muncul ketika penggunaan nonbaku tersebut dibawa ke dalam situasi formal seperti penulisan akademik, pemberitaan, atau dokumen resmi. Rendahnya minat membaca dan kurangnya kebiasaan merujuk pada sumber tepercaya, seperti kamus atau buku tata bahasa, juga menjadi faktor penyebab salah kaprah. Banyak orang merasa cukup memahami arti kata berdasarkan konteks, tetapi tanpa benar-benar mengetahui makna yang sebenarnya. Akibatnya, kesalahan terus berulang dari generasi ke generasi.

Untuk mengurangi kesalahan tersebut, masyarakat harus tahu untuk lebih kritis dalam menggunakan bahasa. Membiasakan diri membuka KBBI, meningkatkan literasi membaca, serta membedakan penggunaan bahasa formal dan nonformal merupakan langkah sederhana namun penting. Dengan demikian, bahasa Indonesia dapat digunakan secara tepat.


Penulis: Salsa Ayu Dian Fitriani

KEMENDIKDASMEN: GURU AKUI RASAKAN DAMPAK RAGAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengemukakan bahwa guru sebagai garda terdepan dalam membangun sumber daya manusia mengaku merasakan langsung manfaat berbagai program kebijakan kementerian tersebut.

Dalam rilis yang disiarkan oleh Kemendikdasmen di Jakarta, Sabtu, disebutkan bahwa dari sejumlah tunjangan yang diberikan, para guru merasa terbantu, karena dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan guru ini menambah semangat mereka mengajar. "Kami bersyukur dan berterima kasih menjadi salah satu penerima tunjangan dari Kemendikdasmen," ujar  guru Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Bendungan Hilir, Jakarta Ismi Ifarianti.

Sebagai seorang pendidik jenjang TK, Ismi sangat bersyukur dan berterima kasih menjadi salah satu penerima tunjangan. Ia merasa jerih payahnya sebagai guru sudah sangat dihargai oleh pemerintah.

“Tunjangan ini membantu meringankan kebutuhan saya sehari-hari, memberikan ketenangan, menjadi lebih fokus mengajar, serta lebih semangat mendampingi anak-anak kami untuk belajar dan tumbuh berkembang. Perkembangan baik juga sangat saya rasakan dalam proses penyaluran tunjangan ini,” ujar Ismi.

Hal serupa juga dirasakan oleh guru SD Negeri Cimone 3, Kota Tangerang, Provinsi Banten Tiar Krisnawan.

Menurutnya, tunjangan ini berperan penting sebagai upaya peningkatan kesejahteraan guru, khususnya dari sisi ekonomi dan keseimbangan hidup. “Dengan tunjangan ini kami merasa lebih dihargai, termotivasi untuk berkembang, dan memenuhi kebutuhan hidup secara jauh lebih baik,” ujar Tiar.

Untuk guru ASN, Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1,4 juta guru. Tunjangan Khusus telah tersalurkan kepada lebih dari 57 ribu guru. Dana Tambahan Penghasilan juga tersalurkan kepada lebih dari 191 ribu guru.

Sementara untuk guru Non-ASN, Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi kepada lebih dari 400 ribu guru, tunjangan khusus kepada lebih dari 43 ribu guru, insentif kepada lebih dari 365 ribu guru, serta bantuan subsidi upah (BSU) kepada lebih dari 253 ribu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi. Terkait dengan insentif guru non-ASN tahun 2026, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani menjelaskan pihaknya telah menaikkan nominal bantuan tersebut dari sebelumnya Rp300 ribu per orang menjadi Rp400 ribu per orang per bulan, dengan target penerima sebanyak 798.905 guru.

Kenaikan ini, diharapkan dapat mendorong profesionalisme guru, peningkatan mutu pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas.

Untuk meningkatkan kompetensi akademik serta penguatan kapasitas guru, Kemendikdasmen juga akan melanjutkan program Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru. "Kesejahteraan guru merupakan fondasi dasar dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Oleh karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” katanya.


Penulis: Silva Astria Darta

RAGAM RASA PRODUK KULINER TSANTARIKSA

Pelaksanaan tugas mata kuliah Kewirausahaan, mahasiswa angkatan 24 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) atau yang disebut Tsantariksa, menghadirkan berbagai produk kuliner dengan cita rasa dan tekstur yang beragam. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktik untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

(sumber: foto pribadi)

Melalui tugas ini, mahasiswa diharuskan untuk merancang ide, menentukan produk, hingga melakukan penjualan. Setiap kelompok meghadirkan berbagai macam produk dan yang lebih banyak dihadirkan adalah produk kuliner dengan konsep dan ciri khas yang berbeda. Beberapa produk kulinernya yaitu moci dari Kedai Gurindam, cheesecuit dari Yumwee, dan dimsum dari Didimsum.in.

Produk moci dari Kedai Gurindam memiliki tekstur kenyal dan lembut, dengan isian manis yang bervariasi, yaitu mangga, durian, coklat, oreo, dan matcha. Varian mangga dan durian menghadirkan rasa buah yang segar dan khas, coklat dan Oreo memberikan rasa manis yang pekat, sedangkan matcha menawarkan sensasi pahit-manis yang seimbang.

Selain itu, cheesecuit dari Yumwee memiliki perpaduan tekstur lembut dan creamy dengan lapisan biskuit yang renyah. Cheesecuit ini memiliki beberapa varian, yaitu varian keju, oreo, dan keju-oreo. Varian keju menghadirkan rasa gurih dan asin, varian Oreo memberikan rasa manis dengan aroma coklat, sementara varian keju-oreo menggabungkan rasa gurih dan manis dalam satu sajian.

Produk lainnya, yaitu dimsum dari Didimsum.in, memiliki tekstur lembut dan juicy dengan cita rasa gurih yang dilengkapi dengan saus sambal. Produk ini cocok untuk dijadikan camilan maupun makanan ringan. Keberagaman rasa dan tekstur ini menjadi daya tarik utama produk kuliner mahasiswa Tsantariksa dalam kegiatan kewirausahaan. Harga yang ramah di kantong juga membuat produk-produk dari Tsantariksa ini banyak diminati konsumen.

Kegiatan kewirausahaan ini membuat mahasiswa Tsantariksa tidak hanya belajar mengenai produksi dan pemasaran produk, tetapi juga mengasah kemampuan kerja tim, komunikasi, dan pengelolaan usaha sederhana.


Penulis: Asti Novita

BAHASA "FLEXING" MARAK DI KALANGAN ANAK MUDA

Penggunaan bahasa “flexing” semakin marak di kalangan generasi muda, terutama di media sosial. Istilah flexing merujuk pada kebiasaan memamerkan pencapaian, barang mewah, atau gaya hidup tertentu melalui kata-kata maupun unggahan digital.

(sumber: prindonesia.co)

Fenomena ini terlihat dari banyaknya konten yang menggunakan ungkapan seperti “kerja dikit hasil banyak”, “cuma iseng beli”, atau “bonus kecil buat jajan”, yang secara tidak langsung menunjukkan status sosial atau keberhasilan seseorang. Bahasa flexing kerap digunakan di platform seperti Instagram, TikTok, dan X untuk menarik perhatian dan meningkatkan citra diri.

Menurut pengamat bahasa dan budaya digital, bahasa flexing merupakan bentuk ekspresi identitas di era media sosial. Bahasa tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membangun persona dan pengakuan sosial. Namun, penggunaan bahasa ini juga berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial dan rasa tidak nyaman bagi sebagian pengguna lain.

Pakar pendidikan menilai bahwa remaja perlu diberi pemahaman agar bijak menggunakan bahasa di ruang publik digital. Bahasa flexing yang berlebihan dikhawatirkan dapat mendorong budaya pamer dan menggeser nilai kesederhanaan.

Meski demikian, sebagian anak muda menganggap bahasa flexing sebagai bentuk hiburan dan gaya komunikasi yang wajar selama tidak merendahkan orang lain. Oleh karena itu, penggunaan bahasa flexing diharapkan tetap memperhatikan etika berbahasa dan dampak sosialnya.


Penulis: Sry Lesti Lestari

PEMULIHAN SEKOLAH PASCABENCANA DI SUMATERA

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sumatera berdampak pada kegiatan pendidikan. Banyak sekolah mengalami keru...